Saturday, April 25, 2020


Ikatan Pelajar dan Wahasiswa/i IPMAP Kota study Bali
Berterima kasih kepada kaka ibu Feriana wakerkwa S.IP

         Kami keluarga besar ( IPMAP_BALI ) Mengucapkan Banyak terima kasih kepada kaka ibu feriana waker S.IP yang telah membantu kami keluarga besar IPMAP bali saat ini yang menempuh study di bali.

         Pada tanggal 24 april 2020 waktu Bali bantuan dari kaka ibu tersebut berupa Dana jumlah sebesar RP 6.000.000.00 terbilang Enam juta rupiah transfer oleh kaka ibu feriana wakerkwa S.IP melalui salah satu anggota IPMAP_BALI yaitu atas nama Lingganus murib menerima bantuan tersebut lingga langsung kasih info ke semua anggota IPMAP_bali bawah bantuan tersebut sudah masuk dan langsung belanja pada hari sabtu 25 april 2020 di salah satu tokoh yaitu tokoh Diana beli barang belanjaan berupa beras,mie,gula,the,telor dan lain_lain.

         Dan juga Kami keluarga besar IPMAP_BALI sangat berterima kasih banyak kepada kaka ibu Feriana wakerkwa S.IP yang telah berisiatif untuk memberikan bantuan kepada kami mahasiswa puncak kota study bali.
Kami rasa Bantuan seperti ini,baru pertama sekali kami mahasiswa puncak kota study bali menerima selama situasih covid 19 saat ini.


         Kami keluarga besar IPMAP_BALI sangat terharu dengan kaka ibu feriana wakerkwa S.IP sudah membantu kami karena melihat kepedulian generasi tulang punggun SDM puncak sehingga beliau membantu kami mahasiswa/i puncak kota study bali saat ini semoga kirahnya tuhan yesus memberkati selalu kaka ibu feriana wakerkwa S.IP dalam tugas dan tanggun jawab yang sudah dipercayakan oleh Rakyat.
         juga kami Pesan buat pemeritah daerah kabupaten puncak papua kami sangat menungguh lama bantuan seperti ini dari awal penyebaran covid 19 namun sampai saat ini masih belum ada perhatian khusus terhadap mahasiswa puncak se_jawa dan bali maupun se_indonesia.jika memang mahasiswa puncak se_jawa dan bali maupun se_indonesia merupakan aset kemajuan SDM Puncak maka itu pemerintah daerah harus menjeluruh melihat situasih dan kondisi yang terjadi di kalangan mahasiswa/i puncak saat ini agar sama_sama merata.

Friday, April 17, 2020

RINDUH INI MENDALAM AYAH

       Ibu tidak pernah menyangkal akan rasa rindu terhadap anak-anaknya. Rasa itu dikala ibu,dan anak berada jauh dimata namun dekat dihati, demikian juga ayah. Namun rasa rindu itu sering membuat  galau sudah mendarah daging bagi setiap anak kepada orangtuanya.
      Rindu, mungkin ungkapan rasa tidak terkira pada cinta kasih kepada siapa saja yang kita sayangi, tentang kedekatan, tempat mengadu, mengaduh dan mengeluh seakan berpadu menjadi pikiran tidak karuan tentang keadaan ibu dan ayah segalanya saat semua menjadi obat penawar sakti yang tidak bisa menyangkal.
     Tidak sedikit pula, rindu mendera saat ini ku inggin menyapa tetapi apa daya tanganku tak sampai.kepada mereka aku sangat rindu kepada Ibu dan ayah ku.
      Saat jauh, rindu itu pasti datang.ketika tidak bersama ku hanya di luar kota, saat studi dan menebar pesona melalui berbagai media sosial. Kewajaran jika saya selalu mengubar kegalauan lewat jejaring sosial hanya karena rindu kepada ayah dan ibu.
       Namun Rasa rindu dan cintaku tidak akan berubah sampai kapanpun, mungkin itu kata-kata yang tepat disematkan kepada sosok seorang ibu dan ayah. Rindu dan kasih sayang ibu dan ayah tidak akan pernah berubah kepadaku oleh sebab itu ku bersyukur.
        Kerinduan dan kegalauan menjadi sebuah kebebasan dari setiap individu setiap insan bergelora berbaur dengan sebuah harmoni dan keberagaman yang tidak terbantahkan. Nyanyian rindu mengabarkan ungkapan dalam bingkai nuansa selalu baru. Jaman selalu berganti dan berubah secara perlahan mengikuti irama uraian kata ketika logika tergerus oleh bualan belaka, rindu terkulai layu. Begitu pula galau mendera menjalar sebagai benalu tidak bertuan. Rindu kasih sayang berbuah manis namun tidak sedikit pula ada yang hampa tidak berbuah.
      Siapa yang tidak pernah rindu dan galau, sepertinya semua pernah merasakan ini. Sapaan dan deraan seolah telah menyatu dalam setiap hati sanubari sebagai sebuah tanda naluri alami cinta kasih/ kasih sayang dan jalinan ikatan yang tercurah untuk menjalani kehidupan ini.
       Ada kala rindu tidak berujung dan ada pula galau tanpa arah, keduanya itu tentu memberi satu kesatuan yang mungkin sering mendera dikala rindu kepada ayah, ibu namun tak berdaya karena tidak berbentuk harus mengadu kepada siapa. Bila ayah masih,  ada tentu saja bisa mengadu tentang curhat rindu dan galau. Akan tetapi rasa rindu dan galau untuk ini bersandar kepada orangtua ibuku seandainya ayah masih bersama.
        saja masih  merindukanmu ayah saat ini walau ayah di bedah alam namun wayah mu sllu terlihat bersama ku.

                              yow begitu duluh Nanti ru kita lanjut lagi Ayah
                                      

PERNYATAAN SIKAP IKATAN PELAJAR DAN MAHASISWA KAB PUNCAK BPKW-IPMAP. KOORDINATOR WILAYAH BALI Hentikan Operasi Militer Indonesia: Represi...